Kamis, 11 Desember 2008

Sajak T.WIJAYA

Ratna, kau boleh selalu pergi, tapi selimut tak pernah terbang dari ranjang ini. Sesekali bayangan anak-anak membacakan puisiku, di bibir ranjang. Puisi tentang cinta yang membara sepulang dan menuju sekolah. Ada juga kata-kata kemarahan pada ilmu pengetahuan yang membuat kita bermusuhan, meskipun guru tak mampu menjelaskan Tuhan kian banyak.
Ratna, kau boleh menertawakan aku, tapi aku selalu terjaga. Menanti kesadaran sesungguhnya. Tidak pura-pura bersama kekasih yang datang buru-buru, lalu menyediakan kopi saat pagi hari, atau menyambut teleponnya dari sebuah kampung industri.
Ratna, kau boleh selalu terbang, tapi aku selalu mencintai pohon yang kutanam di halaman rumahmu. Buah-buahnya bagai kebun milik petani yang kita bicarakan setiap kali guru memarahiku menulis puisi di kelas itu.
Ratna, kau boleh selalu mati, tapi aku selalu membangunkanmu di kamar yang biru. Biru seperti langit yang menjaga Tuhan kita.

Ratna, cahaya itu. Tidak seperti yang dibayangkan para sahabat yang ketakutan pada puisi.

2008

Senin, 08 Desember 2008

Menangis di Rumah Saja

Sajak T.WIJAYA
Menangis paling mengigit kesedihan. Yakni anak-anak yang selalu diminta upacara bendera tiap Senin. Menghadap matahari tanpa permen dan coklat. Harapannya mencair dalam keringat ayah dan bunda yang ketakutan.

Pulanglah, anakku. Menangis di rumah saja. Tolong bawa koran. Kita menyewa koran buat memberitakan bunuh diri dan perampokan. Pada halaman depan, musim perwakilan tidak pernah menurunkan ongkos angkutan umum.

Menangis paling menggigit kemarahan. Yakni anak-anak yang selalu dipaksa mengerti nasib guru. Seperti kambing-kambing yang dikorbankan lebaran ini.

Ibrahim! Ibrahim! Jangan menangis anakku. Bukan ayah dan bunda yang tiba-tiba mendapatkan wahyu. Mimpi kami selalu batu. Dilemparkan jauh-jauh ke kolam air mata. Jangan ajak kelahiranmu. Pulanglah. Menangis di rumah saja.

Menangis di rumah saja. Menangis di rumah saja. Menangis di rumah saja. Menangis di rumah saja. Menangis di rumah saja.

2008

Video MUSI MENGALIR

Slide Keluarga