Senin, 29 Desember 2008

Sajak. T.WIJAYA

Tahun baru, kita tidak dapat berhenti mencuci piring dan cangkir. Setiap hari, piring dan cangkir selalu kotor. Mulut-mulut kita tidak takut kiamat. Mulut-mulut kita tidak mau didahului kematian. Mulut-mulut kita membangun perang.
Tahun baru, kita tidak dapat berhenti mencuci piring dan cangkir. Buruh-buruh yang membuat sabun, selalu bergaji murah. Mereka percaya tahun baru sesuatu yang percuma. Seperti istriku yang selalu marah, cemas pada kalender mengurangi daya tahan kulit terhadap matahari. Harapan semacam keyakinan di atas bukit tak ada piring dan cangkir yang kotor.
Tahun baru, warung-warung terus menyediakan sabun. Piring dan cangkir selalu kotor.
Tahun baru, adakah negara yang dapat menghentikan mulut-mulut melahap daging dan ikan yang menjijikkan?

2008

5 komentar:

Anonim mengatakan...

keep up ur good work. kamu mempunyai bakat yg dikurniakan oleh Tuhan dan sgt istimewa. Teruskan menulis dan semoga 2009 ini akan membawa kita ke arah yg lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih atas karya2 nya. Fyi, saya pembaca blog kamu dari Malaysia. I am ur big fan.

T. Wijaya mengatakan...

Terima kasih saudaraku yang baik atas doanya. Semoga kerjaku memang untuk apa yang diinginkan Tuhan, menyebarkan banyak kasih dan sayangnya, dan semoga apa yang kita kerjakan hari ini menjadi pegangan bagi cinta anak dan cucu kita kelak. Terima kasih saudarku.

Cempluk mengatakan...

semoga taun baru 2009 memberi kita nuansa yang berbeda..menjadi pribadi yg lebih baik tentunya..amin..

Eko Putra mengatakan...

kak..10 puisi saya untuk ketiga kalinya di HORISON edisi januari 2009


salam hangat dari sekayu

eko putra

T. Wijaya mengatakan...

Bagus, pertahankan karyamu dengan karya-karya terbaik.Jaga kualitas dan terus kerja keras.

Video MUSI MENGALIR

Slide Keluarga