Rabu, 25 Juni 2008

Ciumlah, Kata Kita


T.Wijaya
Ciumlah, Kata Kita

Pohon itu masuk ke dalam mulutmu. Daun-daun yang dingin akhirnya membuatmu tahu, kita tidak berbeda. Buah-buah yang manis membuatmu mengerti, cinta kita tidak berbeda. Akar-akarnya membalut tubuh kita menjadi selembar kain putih. Terbang meneruskan pewarnaan pada pelangi. Terbang. Terbang.
Kita duduk pada malam itu. Menceritakan pohon yang masuk ke mulutmu. Tanpa pisau, tombak, pedang, batu. Kita malu-malu meritualkan Tuhan. Cemas jika ritual membuat Tuhan menjadi tercengang.
Sementara sungai telah jalan-jalan ke nadiku. Dia menyeret racun-racun yang membuatku gemetar dan meledak-ledak. Duhai angin dunia masih terjaga! Dia membelai kami. Dunia perlahan meninggalkan kemiringannya.
Lihatlah, kataku, pohonmu tumbuh pada tubuh perahuku. Mereka menyusuri parit-parit semua kota. Buah-buahnya memberi warna pada bibir dan mata, sehingga telinga-telinga terjaga dari paku-paku yang menjijikkan.
Dengarkan, katamu, perahumu tertidur mendengarkan nyanyian daun pohonku. Mereka menitipkan mimpi agar dunia tidak kehilangan mimpi. Bunga. Bunga. Bunga. Bunga. Bunga. Bunga.
Ciumlah, kata kita.

2008

6 komentar:

Titik Kartitiani mengatakan...

Salam Pak Taufik,tidak sengaja nemu blog ini. Menyejukkan.Bbrp waktu lalu Bang Iwan Soekri mengatakn sedanng singgah di rumahnya penyair palembang, tidak menyangka hari ini nyasar di sini. Salam kenal

T. Wijaya mengatakan...

salam kenal juga. terimakasih. terimakasih. salam buat semuanya. termasuk Tuhan yang telah menyehatkan kita sampai hari ini.

Anonim mengatakan...

terima kasih sudah mengirimi saya link ke blog ini, salam kenal.semoga saya bisa belajar lebih banyak dari bapak.

salam hangat,
nay..

Nyimas mengatakan...

Dear Kak Tewe ...
mohon maaf baru jalan2 ke blog ini skrg :)
po kabar kak? yuk dian? the whole family? friends?
"Ciumlah, Kata Kita" .. romance nian euy !!!
Itu foto pohon + kolam yang disamping rumah kan?
Ck ck ck .. bagus jugo yo?
Salam, DHADA

T. Wijaya mengatakan...

nay salam kenal juga, terimakasih telah menikmati kata-kata di blog ini.

T. Wijaya mengatakan...

dhada salamnya sudah disampaikan, bagaimana kabarmu? kangen juga ngobrol dengan adik ini

Video MUSI MENGALIR

Slide Keluarga